PEMILU 2009 Menanti Anda, Next PEMILU bagaimana?
Dari situs www.kpu.go.id, proses Pemilihan Umum tahun 2009 hanya tinggal berselang 79 hari lagi. Bagaimanakah persiapan Komisi Pemilihan Umum dalam menghadapi kondisi yang critical seperti ini? Tentunya sudah banyak persiapan yang sudah dilakukan oleh KPU jika tidak wah gawat bisa gagal PEMILU dan semua anggota KPU akan terkena sanksi pidana gagal PEMILU…waduh amit-amit deh jangan sampai terjadi.
Opini yang disampaikan disini adalah opini untuk menyikapi persiapan PEMILU kelaknya di tahun-tahun mendatang dengan bercermin pada proses persiapan PEMILU tahun 2009. Disini saya melihat bahwa pemerintah sendiri yang diwakili oleh Departemen Dalam Negeri tidak dapat berkoordinasi dengan baik bersama KPU, kenapa demikian? Data jumlah penduduk yang berhak memilih dari DepDagri bukanlah merupakan data yang sepenuhnya tepat dengan data yang diperoleh dari petugas lapangan KPU Daerah. Kenapa demikian? Depdagri masih mengandalkan data statistik dari Biro Pusat Statistik, yang kita ketahui bersama data-datanya “agak kurang” tepat, nah inilah yang menjadi kendala dalam proses koordinasi antar organisasi.
Saya berpendapat bahwa arogansi antar organisasi harusnyalah sudah luntur, tidak ada yang boleh mengatakan bahwa dirinyalah sebagai pemilik data, sedangkan yang lain tidak memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan memverfikasi data-data tersebut. Saya lebih percaya dengan data-data yang dikumpulkan oleh temen-temen organisasi yang telah melakukan survey kependudukan,hanya saja memang ini membutuhkan dana yang cukup besar karena akan melibatkan banyak orang, tetapi jika dikerjakan secara bersama-sama dan bertahap bukan mustahil negara ini akan memperoleh data statistik yang bener.
Mengapa statistik ini dikemukan diawal? karena data statistik kependudukan inilah yang akan menentukan keberhasilan dan keabsahannya PEMILU berjalan, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kericuhan saat penghitungan suara kelaknya.
Selain masalah statistik kependudukan, masalah lainnya yang perlu dicermati adalah proses pengadaan barang/jasa yang dibutuhkan dalam proses PEMILU kelaknya, hingga saat ini sepertinya kok “adem ayem” saja ya? Padahal proses pengadaan dan distribusi barang/jasa PEMILU ini juga merupakan prioritas utama yang menjadi perhatian khususnya dengan semakin dekatnya proses PEMILU yang akan berlangsung..wah ngeri juga..tapi ya semoga saja lancar ya.
KPU telah memiliki sistem Logistik dan Distribusi yang cukup mempuni tinggal dimanfaatkan dan maksimalkan penggunaannya oleh seluruh jajaran KPU, baik Pusat maupun Daerah, sehingga proses pengadaan dan pendistribusian barang/jasa PEMILU 2009 bisa diminimalisir permasalahan yang mungkin muncul. Jangan sampai terjadi kembali kejadian setelah PEMILU 2004, yang sukses tetapi para pejabat KPU pada mengalami “tsunami” yang luar biasa terhadap hukum dan KPK
Jadi harapan saya, semoga next PEMILU pola kerja organisasi pemerintahan di negara ini bisa terintegrasi dengan baik dan benar, sehingga PEMILU tahap berikutnya tidak akan mengalami banyak permasalahan. Arogansi antar organisasi mohonlah untuk ditinggalkan, kembangkanlah kerjasama yang baik dan kembangkanlah sistem informasi yang terintegrasi dengan baik antar organisasi pemerintahan.
Nah ini saya juga punya usul, mungkinkah PEMILU berikutnya hanya cukup diadakan 1 kali saja? sehingga biaya penyelenggaraan PEMILU tidak akan membutuhkan biaya yang terlalu besar, masih banyak kegunaan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat selain hanya proses PEMILU ini..gimana?
Fenomena Para Caleg Saat Ini
Hmmm, tulisan ini hanya sekedar opini dan pendapat pribadi, akan tetapi bukan pula sifat iri dan dengki yang dimunculkan, semoga Allah,SWT melindungiku dari penyakit hati yang berbahaya ini.
Gini nih cerita sebenarnya, setiap pulang pergi kerja terpampang dengan gagah dan besarnya, baligo-baligo para calon legislatif (caleg) muda dari berbagai partai politik. Yang menjadi pertanyaan kenapa para anak muda ini seolah-oleh berlomba-lomba untuk menjadi anggota DPR,DPRD I ataupun DPRD II? Apa tergiur akan gaji yang begitu besarnya dengan kerja-nya mungkin hanya rapat saja, atau bahkan tertidur pada saat rapat pembahasan? Atau ada maksud lain?
Positif thinking yang saya ambil bahwa anak muda sekarang sudah mulai concern dengan politik dan pemerintahan dengan membawa panji idealisme dan wind of change, yang kelak akan membawa warna baru bagi peta perpolitikan dan kebijakan pemerintahan dimasa mendatang..wah kalau ini yang terjadi, amien..negara ini bisa menjadi negara yang maju kelaknya.
Tetapi sisi negatif yang bergelayut di dalam pikiran saya, apa benar para caleg2x ini akan membawa perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik? kok saya ragu ya?
Keraguan saya ini muncul dengan adanya beberapa referensi, misalnya pernyataan Ketua Umum Partai Golkar bahwa caleg sekarang 60% atau mungkin bahkan lebih tidak kompeten yang diakibatkan oleh lemahnya pola evaluasi dan fit and propertest yang dilakukan oleh partai-partai politik. Ya iyalah (masa ya ya dong), kan partai politik hanya mengejar jumlah suara di DPR bukan untuk mendukung kepentingan rakyat hehe (koreksi nih jika salah). Coba saja lihat salah satu contoh saja apa bener partai politik ini berpihak kepada rakyat, lihatlah PKB terutama yang GusDur-nya, lebih aneh lagi, dan lebih terlihat bahwa bukan kepentingan rakyat yang dibela tetapi ya kepentingan partai politiknya..aduh sangat disayangkan sekali. Dengan fenomena ini, masih banyak orang-orang yang berminat untuk mencalonkan dirinya menjadi anggota dean legislatif tersebut. Ya memang harus ada sih, tapi siapa saja sih yang memiliki kriteria dan kompetensi yang layak menjadi anggota dewan terhormat tersebut?
Menurut saya ada beberapa kriteria-nya, yaitu :
- Prestasi apa yang pernah ditorehkan oleh para calona anggota dewan terhormat ini?
- Apa jaminannya bahwa janji-janji mereka bukanlah NATO (No Action Talk Only) atau OmDo besar saja?
- Apa jaminan partai yang diusungnya membela kepentingan rakyat?
- Berapa kekayaan yang dimiliki oleh para calon anggota tersebut?
Point utama yang mungkin saya tekankan adalah point 1 dan 4. Fenomena yang muncul adalah banyak para artis (ehmm..mohon maaf yang mulai kurang laku), lalu tukang becak ,tukang jual gerobak dan anak-anak muda yang saya ndak tau siapa mereka (apa pengangguran, pengusaha mudakah atau orang apa?) yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Nah pertanyaannya untuk point 1, prestasi apa yang pernah mereka ukir? untuk point 2, jika kondisi seperti ini apa tidak mungkin kasus KKN akan bertambah merajalela…wah binun deh.
Untuk itu saya hanya berdo’a semoga para calon-calon anggota legislatif sekarang lebih baik dari-dari sebelumnya..amien
-
Terkini
- PEMILU 2009 Menanti Anda, Next PEMILU bagaimana?
- Fenomena Para Caleg Saat Ini
- Ketangguhan dan Keimanan Warga Gaza Menakjubkan
- Kebodohan Merusak Kebersamaan
- Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal
- Sinopsis Novel Candi Murca
- Peringatan bagi orang yang meninggalkan sholat
- Pelatihan Kearsipan Hari ke 2
- Pelatihan Kearsipan Hari I
- Apakah sinar BIOFIR?
- INFO KALUNG BIO! BIONECKLE FAR INFRARED
- Ini Dia, Daftar Printer yang Diduga Sebabkan Kanker!
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2009 (5)
- Desember 2008 (6)
- Agustus 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS